Figure

|

28 August, 2026

Nathan Han Memimpin, Final Makin Panas

JAKARTA – Persaingan pada pertandingan hari ketiga Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 semakin panas. Nathan Han, pegolf Amerika Serikat melesat ke peringkat pertama klasemen sementara setelah bermain 6 under di Damai Indah Golf-BSD Course, Serpong, Banten, Jumat (28/8). Skor totalnya 198 atau 18-under. Butuh perjuangan keras untuk merebut gelar juara di pertandingan final.

Nathan Han hanya unggul 1 pukulan dari tiga pegolf yang menempati posisi T2, termasuk rekan senegaranya, Berry Henson. Selain Berry, dua pegolf Inggris, Finlay Mason dan Matt Killen, juga  mengumpulkan skor 199 atau 17-under.

“Tidak ada hal berbeda yang saya lakukan. Saya masih bisa memukul bola dengan baik dan berhasil menciptakan sejumlah birdie, jadi secara keseluruhan pukulan saya masih bagus dan saya akan berusaha untuk melanjutkannya ke putaran final besok,” kata Nathan usai bertanding.

Selama bertanding dia didampingi oleh kedi dari Damai Indah Golf-BSD Course. Walaupun mereka tidak banyak melakukan komunikasi soal golf, Nathan mengaku puas terhadap performa kedinya. “Dia menjalankan tugasnya dengan baik, banyak memberi dorongan positif sepanjang permainan dan mendukung saya, dan persis itulah yang saya butuhkan sehingga saya bisa lebih fokus pada permainan saya sendiri,” ungkap pegolf yang berharap bisa menjadi pegolf Amerika pertama yang bisa menjadi juara di turnamen berhadiah total US$ 150 ribu ini.

Posisi T5 ditempati empat pegolf, termasuk pemain tuan rumah Kevin Caesario Akbar. Pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation ini berbagi tempat dengan Andi Xu (China), Khavish Varadan (Malaysia), dan Henry Lee (Kanada). Mereka masing-masing mencetak skor 16 under. Kevin sempat menempati posisi puncak klasemen sementara hari pertama. Tahun lalu, dia menempati peringkat T22 dengan skor total 274 atau 14-under.

“Sejujurnya, saat bermain tadi saya tidak memikirkan apa-apa, cuma bermain seperti biasa saja, bahkan mengobrol di luar golf dengan Agi (Argiansyah). Jadi, alhamdulilah hari ini bisa bermain dengan cukup santai,” ujar Kevin, yang mengemas 7 birdie dengan hanya satu bogey.

Konsistensi para pegolf di pertandingan final akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara. Tak ada kata pasti hingga akhir pertandingan. Mereka datang untuk bertanding dengan berbagai persiapan. Di atas kertas, masih banyak yang berpotensi menjadi juara.

“Saya sudah berlatih keras selama tiga pekan sebelum datang ke Indonesia, dengan kondisi tubuh dan nutrisi yang baik, jadi saya tidak merasa kaget dengan skor yang saya raih pekan ini. Saya hanya belum mendapat konsistensi dan berharap besok bisa kembali ke lapangan dan bermain dengan rileks, dan bermain seperti hari ini tanpa khawatir skornya, cukup melakukan permainan yang saya lakukan sejauh ini, terus berusaha berkembang dan menjadi lebih baik. Jika bisa mewujudkannya, saya sudah merasa menang, terlepas dari apapun hasilnya besok,” ungkap Henson, yang pada hari ketiga ini mencetak 9 birdie tanpa bogey.

Dua pegolf amatir Indonesia, Kenneth Henson Sutianto dan Muhammad Raflisyah Sati juga akan melanjutkan persaingan mereka pada putaran final besok.

Kenneth berharap dapat memperbaiki pukulannya di hari terakhir. Menurutnya, permainannya di hari ketiga ini kurang memuaskan karena putting-nya yang sedang tidak konsisten. Hari ini ada beberapa kendala di pukulan sehingga dalam dua hole pertama sudah bermain 3-over.

“Sebenarnya, saya sempat mendapat momentum untuk bangkit, tapi karena putting saya juga sedang tidak konsisten, saya tidak dapat menjaga momentum itu. Saya mau mencoba untuk memperbaiki pukulan, jadi kita lihat bagaimana hasilnya besok. Senang rasanya melihat perkembangan permainan saya; ada banyak peningkatan yang saya alami dan banyak juga ruang untuk ditingkatkan lagi. Untuk sementara, saya sudah cukup puas bisa lolos cut” kata Kenneth. Dia mengumpulkan skor 217 atau 1-over.