JAKARTA- 12th Pondok Indah International Junior Golf Championship (PIIJGC) akan digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, 16-18 Desember. Sebanyak 137 pegolf dari 13 negara akan mengerahkan energi dan performa terbaik mereka pada turnamen penutup tahun yang selalu dinantikan ini.
“Kami ingin turnamen ini menjadi grandprix atau puncak dari turnamen-turnamen golf junior yang ada di Indonesia. Kami berharap para peserta dari turnamen ini dapat sukses berlanjut ke jenjang internasional amatir dan profesional,” kata Michael Tjoajadi, Ketua Panitia Penyelenggara 12th Pondok Indah International Junior Golf Championship pada acara press conference dan opening ceremony PIIJGC, Senin (15/12).
Salah satu pegolf yang pernah tampil di turnamen bergengsi ini adalah Atthaya “Jeeno” Thitikul yang saat ini merupakan pegolf peringkat satu LPGA Tour. Dia merupakan juara PIIJGC tahun 2017. Selain itu, ada Princes Mary Superal (Filipina), juara Pondok Indah Junior International Golf Championship 2014. Princes dan Atthaya juga menjadi juara Simone Asia Pacific yang juga diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course pada tahun 2022 dan 2023.Pada kelompok putra, Danthai Boonma yang menjadi juara pada tahun 2012 saat ini menjadi pegolf yang cukup disegani di Asian Tour.
Dua juara PIIJGC tahun lalu, Kenneth Henson Sutianto (Indonesia) dan Sieun Lee (Korea Selatan) akan kembali mengikuti turnamen ini . Mereka akan berupaya mempertahankan gelar juara dengan berkompetisi dengan pegolf-pegolf lain dari Australia, Chinese Taipei, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Swedia, Thailand, dan United Kingdom akan berkompetisi di turnamen ini. Indonesia sendiri juga diwakili oleh pegolf-pegolf junior dari berbagai daerah.
PIIJG merupakan bentuk nyata komitmen Pondok Indah Golf Club dan pengelola Pondok Indah Golf Course untuk mendorong perkembangan pegolf junior Indonesia dan negara-negara lain. Saat ini pegolf-pegolf junior Indonesia sudah dapat bersaing di berbagai turnamen internasional.
“Selain banyak yang mulai sukses di turnamen-turnamen internasional amatir dan profesional, saya juga sangat gembira banyak pegolf junior kita yang mendapatkan beasiswa di universitas-universitas bergengsi di Amerika Serikat dan mereka mewakili kampusnya bermain di NCAA. Tentu saja pegolf Indonesia kita saat ini juga memiliki kans yang bagus untuk sukses di golf profesional Indonesia. Itu semua tergantung seberapa keras mereka berjuang,” jelas Michael yang saat ini juga menjabat sebagai Chairman Pondok Indah Golf Course.
Pada tahun 2023, duo pegolf Indonesia menjadi juara di PIIJGC, yaitu Rayhan Abdul Latief pada kelompok putra dan Elaine Widjaja pada kelompok putri. Pegolf-pegolf Indonesia lain yang pernah menjadi juara di PIIGC adalah Amadeus Christian Sutanto dan Lydia Hawila Stevany Sitorus pada tahun 2019, Jonathan Wijono tahun 2017, Kentaro Nanayama tahun 2016, Alexander Valentino tahun 2014, dan Fadli Rahman Soetarso tahun 2013.
Turnamen ini juga selalu mendapat dukungan dari Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI). “ Kami berharap pegolf-pegolf junior Indonesia dapat kembali menjadi juara. Turnamen ini merupakan salah satu turnamen yang harus dimanfaat untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi dengan para pegolf junior dari berbagai negara,” kata Sony Muhammad Hassan, Wakil Ketua Umum PB PGI.
Erry Arsyad selaku Direktur Pondok Indah Golf Course menyatakan pihaknya selalu memberikan dukungan penuh untuk perkembangan golf junior Indonesia. “Kami memastikan kondisi lapangan selalu dalam keadaan terbaik, sehingga turnamen ini semakin kompetitif. Kami berharap seluruh pegolf yang ikut Pondok Indah International Junior Golf Championship 2025 dapat menikmati permainan mereka dan mendapat pengalaman yang mengesankan di lapangan kami,” kata Erry.
Lapangan yang didesain oleh Robert Trent Jones, Jr ini merupakan tuan rumah Indonesia Open tahun 2015-2023, 2025, Simone Asia Pacific Cup 2022 dan 2023, Asian Games 2018, dan World Cup 1983.





